19
Jun
08

sikap BEM UNS tentang BKM

Kamis, 19 juni 2008 bem uns melakukan pertemuan dengan pembantu rektor III UNS untuk menanyakan mengenai kejelasan tentang BKM (Beasiswa Khusus Mahasiswa) dari pertemuan tersebut pembantu rektor III (Dwi triyanto) menyatakan bahwa UNS beberapa hari yang lalu mendapatkan surat pemberitahuan dari Dirjen Dikti yang didalamnya terdapat persyaratan untuk mendapatkan Beasiswa Khusus Mahasiswa dan jatah penerima besiswa di setiap universitas di indonesia. jatah jumlah mahasiswa penerima BKM untuk universitas sebelas maret adalah 2.669 mahasiswa. dengan persyaratan sebagai berikut:

  1. mahasiswa aktif baik sarjana atau diploma minimal ssemester II sampai dengan dinyatakan lulus sebelum desember 2008
  2. ketentuan mahasiswa dinyatakan kurang mampu secara ekonomi ditentukan oleh pimpinan perguruan tinggi
  3. surat pernyataan mahasiswa bahwa mahasiswa yang mengusulkan untuk mendapatkan beasiswa BKM tidak menerima beasiswa dari sumber lain pada semester juni sampai dengan desember 2008

dari data di atas kami dari bem uns menghimbau kepada pemerintah agar meninjau kembali kebijakan tentang BKM ini, selain karena kebijakan ini muncul sebagai sebuah bentuk kompensasi atas naiknya harga BBM yang sangat kami tolak dan sangat tidak di harapkan oleh masyarakat, alasan yang lain yang mendasari kami untuk meminta pemerintah meninjau ulang keputusan tersebut adalah karena proses penyalurannya yang kami analisa tidak logis dan tidak tepat sasaran, kami menyatakan demikian berdasarkan hasil analisa yang kami lakukan kami menemukan beberapa kejanggalan-kejanggalan khususnya untuk universitas sebelas meret sebagai berikut :

  1. Jatah untuk mahasiswa UNS sejumlah 2.669 itu akan sangat susah untuk di penuhi karena sosialisasi tentang pesyaratan-persyaratan baru di berikan tanggal 18 juni 2008 yang lalu sedangkan palinglambat daftar penerima BKM sudah harus di serahkan ke pusat pada 28 juni 2008. waktu yang terlalu pendek untuk melakukan sosialisasi, melengkapi persyaratan administrasi bagi mahasiswa ,dan melakukan seleksi dari data mahasiswa yang masuk.
  2. Jumlah penerima beasiswa di UNS sudah hampir 3000 mahasiswaatau sektar 10 % dari total mahasiswa di uns yang kebanyakan dari persyaratan nya adalah di prioritaskan bagi meeka yang tidak mampu,sehingga jika dalam waktu 10 hari universitas berusaha mencari mahasiswa miskin yang belum menerima beasiswa sejumlah 2.669 mahasiswa itu akan sangat sulit..
  3. Beberapa fakultas di universitas sebelas maret baru saja menyelesaikan ujian akhir semester itu artinya mahasiswa sudah jarang yang aktif menjalankan aktifitas kuliah dan berada di kampus sehingga akan sangat sedikit mahasiswa yang menetahui bahwa ada beasiswa khusus mahasiswa.

sehingga secara tegas kami BEM UNS ingin menyatakan bahwa:

  1. kami menolak kenaikan BBM dan segala turunannya baik BKM atau BLT sebagai bentuk kompensassi yang di berikan.
  2. kebijakan menaikan harga BBM telah banyak menyengsarakan rakyat dan Beasiswa Khusus Mahasiswa sebagai salah satu kompensasi yang di berikan dari kenaikan harga BBM sangat tidak efektif dan akan sangat rawan tidak tepat sasaran. dana kompensasi ini menjadi alasan pemerintah untuk kesejahteraan mahasiswa padahal sangat tidak efektif dan perlu kami tegaskan itu sangat tidak cukup mengobati penderitaan rakyat yang di timbulkan dari kenaikan harga BBM yang sudah di tetapkan.


5 Tanggapan ke “sikap BEM UNS tentang BKM”


  1. Juni 20, 2008 pukul 12:20 am

    TOLAKKKK BKM,,,

    BIKIN MAHASISWA JADI MALAS TUH

  2. Juni 20, 2008 pukul 10:38 am

    artikel anda bagus dan menarik, artikel anda:
    http://politik.infogue.com/
    http://politik.infogue.com/sikap_bem_uns_tentang_bkm

    anda bisa promosikan artikel anda di http://www.infogue.com/ yang akan berguna untuk semua pembaca. Telah tersedia plugin/ widget vote & kirim berita yang ter-integrasi dengan sekali instalasi mudah bagi pengguna. Salam!

  3. 3 MAGELANG BERSABDA
    Juni 20, 2008 pukul 7:25 pm

    salam kemunafikan…!!!

    begitu saya membaca artikel anda,saya sepakat dengan pernyataan sikap BEM UNS yang begitu berani dan tegas menyatakan sikap menolak BKM.
    memang bantuan BKM tersebut tidak tepat sasaran jgn2 jd alih2 penyuapan terhadap mahasiswa.
    dimana idealisme kita pun tergadaikan…!!
    mau tidak mau suka tidak suka hal itu sudah terjadi di daerah saya…
    bahkan di wilayah kampus saya bernaung,ada kecaman dari pihak universitas,jika kami menolak akan menghapuskan seluruh beasiswa yang selama ini diberikan.
    bahkan persyaratan BKM tsb baru diberitahukan pada tgl.19 juni 2008 pkl.12.00,dengan persyaratan harus dipenuhi palinh lambat 20 juni 2008 pkl.11.oo.
    hal tersebut sungguh tidak logis..
    bahkan persyaratannya pun sungguh sangat mudah..
    1.Nama Lengkap
    2.Tempat Tgl Lahir
    3.NIM (No Induk Mahasiswa)
    4.fakultas
    5.semester

    What is To Be doNe….??
    MAHASISWA2 SEKARANG MUNAFIK2 BUNG…..!!!!
    MANA YANG KATANYA KAUM INTELEKTUAL……??

  4. September 2, 2008 pukul 7:42 am

    ass ketika saya membaca artikel ini, ada dua tanggapan yang menyadikan pertanyaan dalam diri saya,
    1. ketika mahasiswa mempunyai keinginan untuk menghapuskan kkn di bumi indonesia, mahasiswa di tawarkan pilihan untuk ikut menikmati dana yang seharusnya untuk rakyat miskin,apakah pantas mahasiswa menerima dana ini
    2. ketika mahasiswa membutuhkan dana untuk kiliah dan belajar dengan biaya yang tinggi serta biaya beben keluarga yang tinggi pula tidak mungkin mahasiswa bisa melepqskan kesempatan yang ada untuk m,eneerima beasiswa tersebut
    segingga kalau diizinkan tidaklah tepat jika mahasiswa tetap idialis untuk mempertahankan idialisnya mengenai bkm ini, seharusnya mahasiswa bukan saja kritis terhadap persoalan bangsa tapi juga mengenai pribadi dan keluarga mahasiswa itu sendiri.
    was

  5. September 27, 2008 pukul 11:54 am

    Salam kenal saja dari HMJ Sastra Inggris UNS (EDCOM).

    http://www.edcom-uns.blogspot.com


Tinggalkan Balasan